Seringkali kita mendengar pepatah asal yang menyebutkan bahwa mahasiswa juga manusia. Pernah dengar tidak? Nah, pepatah asal itu benar adanya, mahasiswa juga adalah manusia. Kesehatan dan bentuk tubuh yang bagus harus dibentuk sejak dini. Jangan mentang-mentang masih gadis jadi bebas makan segala ya.
Diet sehat biasanya identik dengan makan sayuran, banyak olahraga dan mengurangi nasi atau makanan berkolesterol. Tapi, mahasiswa kan kantongnya tipis, apakah masih perlu diet? Nah, pembahasan kali ini bukan sekedar diet, tapi mengupas diet dari sisi Pendidikan Biologi, jadi mahasiswa harus cerdas dong. Simak deh!
Diet
Menurut Wikipedia, diet merujuk pada pengertian jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang. Wah, ternyata diet itu bukan tentang mengurangi makanan ya. Yap, diet itu merujuk pada pengaturan jumlah makanan yang dikonsumsi, pengaturan tersebut bisa dimaksudkan untuk menambah, mengurangi atau melakukan pantangan.
Diet Ala Mahasiswa
Mahasiswi biasanya akan saling mengklaim bahwa dirinya "langsing" seumur hidup atau langsing sejak lahir. Tapi ternyata, badan kurus yang dimiliki mahasiswi ini ternyata memiliki hubungan positif dengan jumlah makanan yang dikonsumsi. Mahasiswi biasanya melewatkan sarapan dan makan malam dengan alasan "masih kenyang", padahal secara tidak langsung mahasiswi ini sudah melakukan diet.
Berbeda lagi dengan mahasiswi yang suka melewatkan sarapan dan makan malam, kaum mahasiswa justru tetap sarapan dan makan malam, justru bedanya adalah mahasiswa melewatkan makan siang dan futsal. Yap, mahasiswa sering melakukan aktivitas olahraga di malam atau siang hari yaitu futsal. Seringkali jumlah kalori yang dibakar lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kalori yang masuk, sehingga voila hasilnya mahasiswa cenderung kurus kerempeng tidak terurus dibandingkan dengan mahasiswi.
Faktor yang Mempengaruhi Diet
Keberhasilan diet ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh faktor fisik dan genetis. Faktor fisik meliputi jumlah kalori yang dibakar per hari dengan melakukan kegiatan. Jadi kalau mau turun berat badan jangan lupa bergerak, kalau mau menambah berat badan jangan banyak bergerak. Faktor genetis mempengaruhi bentuk tubuh. Contohnya, berat badan di angka 40 kilogram (untuk cewek) tapi pipi super chubby. Nah, ternyata hal ini dipengaruhi secara genetis oleh INSIG2 dan FTO.
Gen INSIG2
Penelitian yang dilakukan oleh Sekolah Medis Universitas Boston menemukan data bahwa gen bernama INSIG2 bertanggung jawab terhadap obesitas yang dialami oleh individu. Gen tersebut bertanggung jawab dalam menginhibisi sintesis asam lemak dan kolesterol. Beberapa produk protein dari gen tersebut memiliki daya inhibisi yang rendah sehingga akan cenderung lebih banyak menumpuk lemak di dalam tubuhnya. 10% orang diduga membawa varian gen ini
GEN FTO
FTO adalah nama gen yang terletak pada kromosom 16 manusia. Berdasarkan hasil penelitian 16,4% subjek penelitian memiliki pasangan alel homozigot dari varian alel tersebut sehingga memiliki berat badan 3 kg lebih banyak dari orang biasa dan resiko mengalami obesitas meningkat hingga 1,5 kali dibandingkan orang biasa.
Penasaran mengenai kedua gen diatas? Cek aja di penelitian berikut:
Two Candidate Genes (FTO and INSIG2) for Fat Accumulation in Four Canids: Chromosome Mapping, Gene Polymorphisms and Association Studies of Body and Skin Weight of Red Foxes.
Cari artikel online gratis? Hubungi kami ya.

0 comments:
Post a Comment